Idul Fitri Pertama Dengan Anugerah yang Lebih Lengkap

al-khalifi-abimana

Ini adalah postingan pertama untuk blog saya sekaligus untuk pembuka. Tidak terasa saya menjalani rumah tangga ini sudah 1 tahun lebih lamanya, berbagai kondisi mulai senang dan sedih, jatuh dan bangun sudah saya lewati bersama istri saya tercinta. Semua itu menjadikan saya dan istri saya jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Di umur pernikahan saya yang baru berjalan 1 bulan, istri saya sudah mengandung buah cinta kami berdua, seorang anak yang sudah pasti dinantikan oleh setiap pasangan yang sudah menikah. Kami merasa Tuhan begitu sayang, sehingga memberikan karunia yang begitu besar dalam waktu yang cepat.

Namun dibalik karunia itu pastilah ada sebuah cobaan yang besar pula. Hari demi hari kami lewati, bulan demi bulan kamu jalani sampai pada hari kelahiran tiba. Banyak wanita yang telah menikah menginginkan melahirkan secara normal dengan alasan akan lebih sempurna sebagai ibu. Dan itu juga yang menjadi keinginan istri saya.

Namun tuhan berkendak lain, istri saya harus melahirkan secara “caesar” dan itu membuat istri saya takut dan sedikit kecewa. Namun saya mengatakan kepada istri saya bahwa melahirkan secara normal ataupun “caesar” adalah sama, “kamu akan tetap menjadi seorang ibu yang sempurna”. Yang terpenting adalah bagaimana cara kami sebagai orang tua mendidik anak kami menjadi seseorang yang memiliki budi pekerti yang baik dan menjadi seorang yang bertaqwa kepada tuhan.

Akhirnya istri sayapun mengerti, dan operasi caesar – pun dilakukan. Menunggu di ruang tunggu operasi dengan rasa khawatir kepada istri dan calon anak saya membuat vertigo saya kambuh. Rasa cemas, takut, dan khawatir bercampur aduk menjadi satu. Dan akhirnya operasipun selesai dengan lancar, istri dan anak saya pun keduanya selamat tanpa ada cacat sedikitpun.

Air mata bahagia pun keluar, segera saya bergegas menuju ruang perawatan bayi dan meng-adzani anak saya. Melihat anak saya yang baru lahir membuat saya sedih sekaligus senang sekali. Sedih karena baru menyadari bahwa perjuangan ibu itu begitu besar sampai harus bertaruh nyawa. Tapi saya juga senang karena saya tahu, rumah tangga kami begitu sempurna dengan hadirnya seorang anak.

Yang perlu saya pikirkan selanjutnya adalah, mendidiknya dengan benar dan sesuai dengan agama. Supaya hidupnya kelak akan lebih baik dari kedua orang tunya. 5 Bulan berselang sejak anak saya lahir, Ramadhan pun tiba. Senang rasanya masih diberi kesempatan untuk menhadapi bulan yang suci dan ditunggu – tunggu ini. Itu artinya tuhan masih memberikan kesempatan untuk saya memperbaiki diri.

Selain senang karena tuhan masih memberikan saya kesempatan untuk memperbaiki diri, saya juga senang karena di buan Ramadhan ini saya merasa begitu sempurna dengan sudah adanya seorang istri dan seorang anak yang menemani hari – hari saya. Sungguh begitu sempurna dan begitu besar karunia yang diberikan Tuhan untuk hidup saya.

One thought on “Idul Fitri Pertama Dengan Anugerah yang Lebih Lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *